AWAL · News ·  Laut Keberlimpahan

Laut Keberlimpahan

18 September 2014 - 05:13

Entah semenjak kapan pola pikir materialisme telah menjangkiti hampir semua orang. Secara teoritik, pikiran ini awalnya di tulis oleh Thomas Robert Malthus lebih dari 200 tahun yang lalu dalam hasil penelitiannya dengan judul “An Essay on the Principle of Populations as It Affects the Future Improvement of Society”. Malthus mengatakan bahwa the power of population akan tumbuh jauh melebihi kemampuan the power of earth untuk menghasilkan makanan bagi manusia. Atau bahasa mudahnya : bumi makin tak cukup lagi.

Betapa bahaya jika mindset / pola pikir ini ada dalam kepala kita. Apa yang terjadi jika semua orang merasa bahwa bumi makin tak cukup lagi? Meraka pasti akan menggunakan segala cara. Dengan ini kita bisa memahami ada dikalangan kita yang mencari rizki dengan “cakar” dan “taring”. Lalu bisnis berubah menjadi sesuatu yang menyeramkan : berburu atau diburu.

Dalam islam, konsep rizki sangatlah jelas. Bahwa Tuhan telah menentukan kecukupan rizki semua makhluknya. Bahwa Dia mempunyai sumber daya yang tak akan ada habisnya untuk manusia. Contoh sederhananya : lihatlah laut.

Air laut begitu berlimpah. Coba anda bayangkan misal semua orang mengambil air laut itu serentak, apakah lantas laut itu kering? Tidak mungkin habis kan?! :)

Misal ada yang mengambil air laut tadi dengan menggunakan sendok, ada yang dengan ember, ada pula yang menggunakan truk tangki. Maka besar kecilnya pendapatan yang kita hasilkan seringkali seperti bagaimana kita mengambil air laut tadi. Wadahnya adalah pikiran. Jika anda mengambilnya dengan sendok, maka hasilnya ya tidak akan sebanyak dengan ember, dan tidak mungkin akan melebihi yang memakai truk tangki meskipun anda bolak balik seharian penuh.

Besar kecilnya pendapatan yang kita hasilkan seringkali seperti bagaimana kita mengambil air laut tadi. Jadi, bukan air lautnya yang kurang, cuma cara mengambilnya yang kurang tepat. :)

Lalu apa hubungannya dengan bisnis? Yang pertama adalah kita perlu melihat bahwa peluang itu seperti air laut tadi : unlimited possibility. Peluang itu tidak terbatas, sumber daya itu sangat lebih dari cukup. Dengan pola pikir ini, kita akan melihat semuanya menjadi menarik. Dan tentu saja, bisnis adalah cara bagaimana kita mendapatkan air lebih banyak dan lebih mudah. Banyak cara bisa dicoba.

Jadi, apakah anda akan terus menerus mengambil air laut itu dengan sendok? Atau mulai menyiapkan pompa dan hanya dengan satu tombol semua telah didapatkan? Semua terserah anda. :)